Laporan Akhir Modul l
JURNAL PRAKTIKUM POTENSIOMETER, TAHANAN GESER DAN JEMBATAN WHEATSTONE
Nama :Maxwel Simangunsong
No
BP :2410951024
Tanggal Praktikum :18 Maret 2025
Asisten :1.Alfi Syukri
2.Raynaldi Al Ayubbi
1. Penentuan Karakteristik Alat Ukur
|
Nama Alat |
Model |
Prinsip Kerja |
Tingkat Ketelitian |
Posisi
Alat Ukur |
Kelas Isolasi |
Jenis Input |
Range Skala |
Faktor Pengali |
Sensitivitas
|
|
Voltmeter
I |
2011 |
Kumparan putar |
0,5 |
Horizontal |
Standart 3 |
AC |
0-80 0-100 |
3,10,30,100 |
1mA/1000 ohm/V |
|
Amperemeter
II |
2013 |
Besi putar |
0,5 |
Horizontal |
Standart 3 |
DC |
0-20 0-5 0-10 |
2,5,10,20 |
45-65 Hz |
2. Variasi
Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser secara Seri
|
No. |
Xn |
R (Ω) |
R multimeter (Ω) |
R terhitung (Ω) |
I Total (A)
|
V Total (V) |
|
1.
|
Xa |
220 (P)
|
219.7 |
1665,55 ohm |
0,90 |
1,499V |
|
|
||||||
|
Xb |
550 (P)
|
550 |
4222,22ohm |
0,90 |
3,80V |
|
|
Xc |
1000 (T) |
1008 |
7866,66 ohm |
0,90 |
7,08V |
|
|
|
||||||
|
2.
|
Xa |
1000 (P) |
998 |
3036,66 ohm |
0,90 |
2,733V |
|
Xb |
1500 (P) |
1495 |
452,22 ohm |
0,90 |
0,407V |
|
|
Xc |
2000 (T) |
2050 |
6200 ohm |
0,90 |
5,58V |
3. Variasi
Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser secara Paralel
|
No. |
Xn |
R (Ω) |
R multimeter (Ω) |
R terhitung (Ω) |
I Total (A)
|
V Total (V) |
|
1.
|
Xa |
220
(P) |
222,6 |
13636,36 |
0,00088 |
12 |
|
Xb |
550
(P) |
549 |
13333,33 |
0,00088 |
12 |
|
|
Xc |
1000
(T) |
1001 |
13483,14 |
0,00088 |
12 |
|
|
2.
|
Xa |
1000
(P) |
1005 |
13887,64 |
0,00088 |
12,36 |
|
Xb |
1500
(P) |
1506 |
14045,45 |
0,00088 |
12,36 |
|
|
Xc |
2000
(T) |
2031 |
13887,64 |
0,00088 |
12,36 |
4. Pengukuran
Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone
|
Rs (Ω) |
Rx Multimeter (Ω) |
Rx Terhitung (Ω) |
R toleransi (%) |
|
0,000000825 |
0,00000387 |
0,000001815 |
0,0002055% |
Asisten Praktikum
Prosedur percobaan
1. Mengamati dan Memahami Simbol serta Data
dari Alat Ukur
a.
Ambil alat ukur seperti dibawah ini:
•
Voltmeter (model 2011)
•
Amperemeter (model 2013)
b.
Amati simbol dan data yang tertera pada alat ukur
tersebut.
c.
Gambarkan dan artikan simbol serta data tersebut dan
tuliskan karakteristik alat ukur berdasarkan hasil pengamatan pada Tabel 1.
2.Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan
Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Seri
a.
Susun rangkaian seperti gambar 1.4
b.
Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ
menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera
pada jurnal praktikum.
c.
Gunakan DC power
supply sebesar 12V.
d.
Hidupkan power
supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.
e.
Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan
potensiometer dan tahanan geser.
Gambar 1.4.
Rangkaian Seri
3.Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan
Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Paralel
a.
Susun rangkaian seperti gambar 1.5
b.
Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ
menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera
pada jurnal praktikum.
c.
Gunakan DC power supply sebesar 12V.
d.
Hidupkan power
supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.
e.
Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan
potensiometer dan tahanan geser.
Gambar 1.5. Rangkaian Paralel
4. Pengukuran
Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone
a.
Susun rangkaian seperti gambar 1.6
b.
Hubungkan power
supply 5V ke terminal input pada jembatan wheatstone.
c.
Hubungkan Ampermeter pada rangkaian sebesar 0-100mA.
d.
Hubungkan Voltmeter pada rangkaian dengan multimeter.
e.
Hubungkan R1 sebesar 100Ω dan R3 sebesar 220 Ω pada
jembatan wheatstone.
f.
Kemudian hubungkan masing-masing R2 ke Rv2 dan R4 ke
Rv1 pada potensiometer.
g.
Hidupkan power
supply, atur nilai resistansi pada R4 hingga nilai tegangan menunjukkan
angka 0 pada multimeter.
h.
Catat nilai arus yang tertera pada Amperemeter,
kemudian matikan power supply.
i.
Ukur nilai resistansi R4 dan R2 pada potensiometer
menggunakan multimeter kemudian catat nilainya pada tabel 4.
1. Analisa karakteristik setiap alat ukur yang digunakan!
Jawab :
Voltmeter
- Mengukur tegangan listrik (volt) antara dua titik dalam suatu rangkaian.
- Memiliki impedansi atau resistansi input yang sangat tinggi agar tidak mempengaruhi rangkaian.
- Dihubungkan secara paralel dengan komponen yang diukur.
- Biasanya menggunakan prinsip elektromekanis (analog) atau digital.
Amperemeter
- Mengukur arus listrik (ampere) yang mengalir dalam suatu rangkaian.
- Memiliki resistansi internal yang sangat rendah agar tidak menghambat arus.
- Dihubungkan secara seri dengan rangkaian yang diukur.
- Bisa berbasis analog (kumparan putar) atau digital.
Potensiometer
- Merupakan resistor variabel yang digunakan untuk mengatur tegangan atau hambatan dalam suatu rangkaian.
- Bekerja berdasarkan prinsip pembagi tegangan.
- Memiliki tiga terminal:
- Digunakan dalam pengaturan, kontrol tegangan, dan kalibrasi alat.
Tahanan Geser (Rheostat)
- Resistor variabel yang digunakan untuk mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian.
- Memiliki dua terminal, berbeda dengan potensiometer yang memiliki tiga.
- Jembatan Wheatstone
- Rangkaian listrik yang digunakan untuk mengukur nilai resistansi yang tidak diketahui Prinsip kerja didasarkan pada perbandingan antara dua pembagi tegangan.
- Digunakan dalam sensor tekanan,.
2. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian Seri!
Jawab:
1. Pengaruh Tahanan Geser (Rheostat) dalam Rangkaian Seri
Tahanan geser (rheostat) digunakan untuk mengubah nilai hambatan dalam rangkaian. Jika rheostat ditambahkan dalam rangkaian seri:
-
Jika nilai hambatan meningkat, maka arus dalam rangkaian akan menurun karena .
-
Jika nilai hambatan berkurang, maka arus dalam rangkaian akan meningkat.
-
Tegangan total tetap sama, tetapi tegangan pada tiap komponen akan berubah mengikuti pembagian tegangan sesuai dengan persamaan:
di mana adalah tegangan pada suatu komponen dengan hambatan .
2. Pengaruh Potensiometer dalam Rangkaian Seri
Potensiometer dapat digunakan sebagai pembagi tegangan, dan dalam rangkaian seri, posisinya akan mempengaruhi tegangan dan arus sebagai berikut:
-
Jika digunakan sebagai resistor variabel (seperti rheostat), efeknya sama dengan tahanan geser: peningkatan hambatan menyebabkan penurunan arus dan sebaliknya.
-
Jika digunakan sebagai pembagi tegangan, potensiometer akan membagi tegangan sesuai dengan posisi geserannya. Bagian tegangan yang jatuh pada tiap bagian potensiometer berubah sesuai dengan:
1. Pengaruh Tahanan Geser (Rheostat) dalam Rangkaian Paralel
Tahanan geser dalam rangkaian paralel biasanya ditempatkan dalam salah satu cabang.
- Jika nilai hambatan meningkat, arus yang mengalir melalui cabang tersebut menurun, tetapi arus total dapat tetap besar jika ada cabang lain dengan hambatan kecil.
- Jika nilai hambatan berkurang, arus pada cabang tersebut meningkat, dan arus total juga bertambah.
- Tegangan pada setiap cabang tetap konstan karena berada dalam hubungan paralel dengan sumber tegangan.
Efek dari perubahan hambatan geser dalam rangkaian paralel adalah mengatur distribusi arus di antara cabang-cabang, tetapi tidak mengubah tegangan.
2. Pengaruh Potensiometer dalam Rangkaian Paralel
Potensiometer dalam rangkaian paralel bisa digunakan sebagai:
-
Resistor Variabel (seperti rheostat)
-
Pembagi Tegangan dalam Paralel
4. Analisa nilai persen R pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheastone!
Jawab:
Persentase ini didapat angka yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa adanya kesalahan dalam pengambilan data. Jembatan Wheatstone seharusnya mengindikasikan tingkat keakuratan yang tinggi.
Video Analisa
Link video percobaan [Disini]
download file tugas laporan akhir [Disini]
download video analisa [Disini]

Komentar
Posting Komentar